Diterjang Puting Beliung, 4 Ruang Kelas SD di Grobogan Rusak Parah

RUSAK: Kerusakan pada plafon mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terganggu di SDN 3 Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan pada Senin, 7 November 2022. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

RUSAK: Kerusakan pada plafon mengakibatkan kegiatan belajar mengajar terganggu di SDN 3 Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan pada Senin, 7 November 2022. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Hujan deras disertai angin kencang atau puting beliung menyebabkan gedung sekolah di SDN 3 Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan mengalami rusak parah pada bagian genting dan plafon.

Kepala Sekolah SD 3 Lemahputih, Anjar Puncara Ratna, mengatakan bahwa empat ruang kelas yang rusak itu yakni kelas 1, 2, 3, dan 4.  Kerusakan murni karena puting beliung yang terjadi pada Minggu, 6 November 2022 sore.

Atap dan plafon di empat ruang kelas yang rusak menyebabkan proses belajar dan mengajar tergangu pada Senin, 7 November 2022.

“Tidak ada pohon roboh. Itu benar karena angin puting beliung kemarin saat hujan,” jelasnya.

Anjar menjelaskan, dampak rusaknya atap dan plafon membuat ruang kelas pun kemasukan air hujan sehingga membuat ruang kelas kotor. Bahkan buku-buku yang tersimpan basah.

Meski begitu, para siswa dan guru tetap masuk. Mereka bersih-bersih, menyapu bagian dalam kelas yang berantakan. Beberapa siswa juga terlihat menjemur buku-buku yang basah di halaman sekolah.

Menurutnya atas kondisi itu guru dan siswa terpaksa tetap masuk, tetapi tidak melangsungkan proses belajar mengajar. Siswa dipulangkan lebih awal dan hanya bersih-bersih ruang kelas.

Selain membersihkan ruang kelas, gentng yang lepas juga diperbaiki kembali agar segera bisa ditempati siswa.

Menurutnya perbaikan itu masuk kategori parah sehingga tidak bisa lewat dana BOS (bantuan operasional sekolah). Selain itu, jumlah siswa hanya 50.

Sejauh ini atas kerusakan itu, pihak sekolah masih membuat berita acara untuk dilaporkan ke instansi terkait. Listrik juga sengaja dimatikan dulu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Harapannya ada perbaikan dari Dinas. Sementara ini perbaikan bisa diatasi, untuk gentingnya kami beli genting supaya tidak bocor,” pungkasnya. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Koran Lingkar)