Dinkes Blora Siapkan Layanan Kesehatan bagi Pemudik

MENJELASKAN: Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edy Widayat saat menerangkan persiapan pelayanan kesehatan untuk mudik, Rabu (20/4). (Lilik Yuliantoro/Lingkarjateng.id)

MENJELASKAN: Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edy Widayat saat menerangkan persiapan pelayanan kesehatan untuk mudik, Rabu (20/4). (Lilik Yuliantoro/Lingkarjateng.id)

BLORA, Lingkarjateng.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Edy Widayat mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah rumah sakit dan puskesmas bakal disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan layanan darurat 199.

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pelayanan kami 24 jam di 6 rumah sakit maupun di 26 puskesmas yang ada. Kita juga menyiapkan pelayanan kesehatan 24 jam, menjamin ketersediaan tempat tidur, ketersediaan obat dan alat kesehatan yang ada di rumah sakit,” ungkapnya, Rabu (20/4).

Kemudian, pihaknya juga akan menyiapkan Pos Pemeriksaan Kesehatan. Nantinya, akan ditempatkan berdampingan dengan Pospam Polres Blora

Dinkes Blora Harapkan Pers Berperan Aktif Sebarkan Informasi Kesehatan

“Kami rencanakan ada 5 posko sesuai dengan teman-teman Polres. Kita berdampingan pos pemeriksaan kesehatan kami untuk pemeriksaan kesehatan pemudik. Ada pelayanan obat-obatan, ambulans dan rujukan gawat darurat,” jelasnya.

Disisi lain ia menyampaikan, bahwa capaian vaksinasi, utamanya untuk dosis ketiga (booster) perlu terus didorong agar capaiannya semakin meningkat.

“Capaian vaksin menjadi perhatian kami, bahwa vaksin dosis 1 baru 91,31 persen, dosis 2 sebanyak 77 persen dan dosis 3 sebanyak 9,75 persen. Dan per kemarin (19/04) sebanyak 12,3 persen dosis tiga,” terangnya.

Dinkes Blora Targetkan Zero New Stunting di Tahun 2024

Menurutnya, ketika masyarakat telah mendapatkan vaksin dosis ketiga, maka perjalanannya ke luar daerah akan lebih leluasa. 

“Kebijakan mobilitas perjalanan dalam negeri sesuai Surat Edaran Satgas No 16 tahun 2022, kalau vaksin sudah dosis tiga tidak perlu untuk dilakukan testing,” paparnya. (Lingkar Network | Lilik Yuliantoro – Koran Lingkar)

Exit mobile version