Camat Dukuhseti Pati Imbau Kades Lebih Hati-Hati Kelola Dana Desa

KONDUSIF: Camat Dukuhseti, Agus Sunarko (ketiga dari kanan) saat mengikuti Musrenbang Desa di Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti pada Kamis, 20 Oktober 2022. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

KONDUSIF: Camat Dukuhseti, Agus Sunarko (ketiga dari kanan) saat mengikuti Musrenbang Desa di Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti pada Kamis, 20 Oktober 2022. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.idCamat Dukuhseti, Agus Sunarko mengimbau kepala desa (kades) di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati bisa menjaga amanah dalam penggunaan dana desa. Pasalnya, penggunaan dana desa dapat diprioritaskan untuk pelaksanaan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dinilai mampu menggerakan sektor-sektor produktif di pedesaan.

Selain itu, pihaknya juga meminta kades lebih berhati-hati menggunakan dana desa. Sebab, sudah tidak sedikit kades di Indonesia yang terpaksa berhadapan dengan aparat penegak hukum dalam pengelolaan anggaran.

“Pengawasan dana desa ini menjadi prioritas karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” tegas Agus Sunarko saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) di Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti pada Kamis, 20 Oktober 2022.

Pihaknya menambahkan, kegiatan Musrenbang Desa yang dilakukan oleh pemerintah desa bertujuan untuk menyusun dan menyepakati Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) yang nantinya disesuaikan dengan arah kebijakan pemerintah desa dalam jangka waktu satu tahun ke depan.

“Perlu diketahui bahwa 2023 nanti, kades dianggarkan dana operasional sebesar 3%. Karena selama ini untuk kegiatan berkaitan pelayanan masyarakat, kades sering mengeluarkan dana pribadi. Diharapkan ini nanti bisa membantu,” terangnya.

Sementara itu, Kades Kenanti, Khoirul Anam menjelaskan bahwa Musrenbang Desa ini melibatkan semua kelompok dari lembaga kemasyarakatan hingga pemerintah desa untuk menyetujui dan menyepakati skala prioritas pembangunan yang akan diajukan untuk tahun 2023.

“Untuk tahun depan, Desa Kenanti akan mengelola Dana Desa (DD) sekitar Rp 700 juta. Selain 25 % untuk penanggulangan Covid-19, kami juga memprioritaskan infrastruktur dan penerangan di areal tambak. Mengingat di Kenanti ada sekitar 35 hektare tambak yang masih jauh dari jangkauan listrik,” beber Anam.

Dijelaskan juga, untuk anggaran penanggulangan dampak Covid-19 sebesar 25%, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD akan diprioritaskan kepada warga yang memenuhi syarat.

“Selain harus warga yang berdomisili di desa kami, juga diprioritaskan untuk warga yang rentan sakit menahun. Selain itu, warga dengan Kartu Keluarga (KK) tunggal, lansia berusia 65 tahun dan penyandang disabilitas,” imbuhnya.

Musrenbang Desa ini, selain dipimpin Kades Kenanti juga dihadiri oleh Camat Dukuhseti, Kasi PMD, Kapolsek Dukuhseti, Pendamping Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa. Selain itu, hadir pula anggota BPD, para Ketua RT dan RW juga tokoh masyarakat dan Perangkat Desa Kenanti.

“Musrenbang ini menghasilkan RKPDes Tahun 2023 serta DURKP yang nantinya akan dibahas dalam musrenbang tingkat kecamatan. Kami berharap Musrenbangdes ini berjalan sesuai rencana dan dapat diterima oleh semua pihak,” harapnya. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)