Bocah 4 Tahun Asal Grobogan Ditemukan Tewas di Kubangan Cakar Ayam

MENUNJUKKAN: Petugas dari Polsek Kradenan saat menunjukkan tempat korban ditemukan, Desa Kalisari, Kecamatan Karadenan, Kabupaten Grobogan. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

MENUNJUKKAN: Petugas dari Polsek Kradenan saat menunjukkan tempat korban ditemukan, Desa Kalisari, Kecamatan Karadenan, Kabupaten Grobogan. (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Seorang anak laki-laki bernama Afatar Sukma Wijaya (4), warga Dusun Sambongharjo RT 6 RW 6, Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan ditemukan tewas tenggelam di kubangan cakar ayam bangunan Yayasan Rodotussifa pada Minggu, 17 Juli 2022.

Kapolsek Kradenan, AKP Lamsir mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada Minggu pukul 16.00 WIB. Saat itu, ayah korban bernama Sumarto (49) baru pulang dari sawah menanyakan sang anak kepada istrinya (ibu korban) yang sedang memasak di dapur.

Saat ditanya keberadaan anak, lanjut AKP Lamsir, sang istri menjawab anaknya sedang bermain di depan rumah. Kemudian ayah korban mencari anaknya, namun nihil. Setelah itu, ayah korban mencari ke rumah neneknya, tepat di sebelah rumahnya, namun juga tidak ada.

“Setelah itu, warga ikut mencari keberadaan korban. Kemudian, saksi bernama Purwadi (45) mencari korban di dalam kubangan air cakar ayam bangunan milik Yayasan Rodotussifa yang mana jarak rumah dari Yayasan tersebut sekitar 50 meter. Setelah itu, korban ditemukan di dalam kubangan dalam keadaan sudah meninggal,” ujarnya pada Senin, 18 Juli 2022.

Korban ditemukan di dalam kubangan air cakar ayam dengan kedalaman mencapai 1 meter. Menurut AKP Lamsir, setelah mendapat laporan, personel Polsek Kradenan bersama petugas medis dari Puskesmas Kradenan II mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Orang tua korban meminta kepada pihak berwajib tidak ingin korban diautopsi. Ia menyadari kejadian tersebut karena kurangnya pengawasan atau lalainya orang tua dan orang tua korban menerima kejadian tersebut,” jelasnya. (Lingkar Network | Muhamad Ansori – Koran Lingkar)