Banyak Telan Korban, Warga Kemijen Semarang Minta Dipasang Palang Pintu Kereta Api

MENEGANGKAN: Suasana perlintasan rel kereta api di Jalan Cilosari Dalam, Kemijen Semarang Timur, Kota Semarang. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

MENEGANGKAN: Suasana perlintasan rel kereta api di Jalan Cilosari Dalam, Kemijen Semarang Timur, Kota Semarang. (Adimungkas/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Sejumlah warga meminta perlintasan kereta api di Jalan Cilosari Dalam, Kemijen Semarang dipasang palang. Hal itu disebabkan lantaran banyaknya korban tertabrak kereta api di perlintasan jalan tersebut. 

Pedagang warung pinggiran, Nunu membeberkan bahwa kejadian terakhir menimpa seorang pemotor yang tewas tertabrak kereta api di perlintasan tersebut.

“Kemarin kayaknya ada dua, anak sekolah sama bapak-bapak dan anak SMP. Harapannya ya kalau bisa dikasih palang, soalnya di sini ramai juga walaupun di sini jalan kampung,” ujarnya.

Ia menuturkan, kondisi jalan setiap hari ramai lalu-lalang masyarakat dibanding dengan tahun sebelumnya. Ia menyebut, kereta sering melintas setiap satu jam sekali. Namun, tidak ada palang di perlintasan tersebut. Setiap kereta yang lewat, ia mengaku sering takut dan melihat keadaan sekitar.

Hal yang sama diutarakan oleh Bukhori, selama lewat di perlintasan tersebut sering adanya kejadian yang kurang enak. Bahkan, setiap kali melalui rel itu dirinya merasa was-was untuk jalan.

“Saya sering riwa-riwi ke pasar lewatnya situ. Ya harapan sih cepat di palang,” ujarnya.

Begitu pun Plt Lurah Kemijen, Bambang Sumbodo menyebut, sudah banyak warga yang meminta perlintasan kereta di jalan tersebut untuk segera di palang. Pasalnya, jalan tersebut sudah menjadi jalan utama bagi kebanyakan warga yang melintas.

Pihaknya mengaku sudah pernah melakukan aduan tersebut kepada pihak Dishub Semarang. Namun sampai sekarang tidak ada tanggapan.

Bahkan, ia setuju aduan warga untuk segera memiliki palang di rel. Namun ia mengaku untuk memasang plang tersebut tidaklah mudah, butuh proses yang agak panjang.

“Ini kami ‘kan baru menjabat di sini, mungkin dengan kejadian ini nanti akan kami diskusikan, atau kami rembug dengan para warga tokoh masyarakat di sini ke depan bagaimana sebaiknya sehingga bisa mengurangi kecelakaan di rel,” ujarnya. (Lingkar Network | Adimungkas – Koran Lingkar)