Bangkitkan UKM, Pemkab Rembang Rilis Bingkisan Berkah Ramadhan

Bangkitkan UKM, Pemkab Rembang Rilis Bingkisan Berkah Ramadhan

LAUNCHING: Bupati dan Wakil Bupati Rembang merilis program bingkisan berkah ramadhan. (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang merilis Program Bingkisan Berkah Ramadhan yang berisi produk UKM di rumah BUMN, Kamis (14/4) kemarin. Program bingkisan tersebut merupakan kali kedua yang dihadirkan Pemkab Rembang untuk masyarakat yang ingin menghadiahkan bingkisan lebaran khas Rembang bagi keluarga maupun kerabatnya.

Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mahfudz menyampaikan, program tahunan itu diluncurkan setiap bulan Ramadhan untuk memberikan ruang bagi para pelaku UKM dalam meningkatkan omzet penjualan. Karena momentum Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk saling berbagi bingkisan atau hampers.

“Sebentar lagi momentum lebaran, kita yakin UKM di Rembang bisa menyediakan berbagai produk makanan dan industri kreatif yang bisa diberikan kepada keluarga kita, kerabat kita, dan teman-teman kita yang akan mudik ke Rembang,” terangnya.

Dindagkop UKM Blora Gelar Bazar Minyak Goreng di 16 Kecamatan

Mahfudz menyebutkan, ada 286 produk dari 279 pelaku UKM yang tersedia dalam Program Bingkisan Berkah Ramadhan. Ada 7 paket bingkisan yang bisa dipesan oleh masyarakat dengan kisaran harga mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz menuturkan, Ramadhan tahun ini merupakan momentum yang bisa dimanfaatkan untuk kebangkitan UKM di Kabupaten Rembang. Melalui Program Bingkisan Berkah Ramadhan ini, para pelaku UKM bisa kembali menggeliat usai diterjang pandemi Covid-19.

“Peluang dan potensi ini ada di depan mata. Peluangnya yaitu di momentum Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan potensi ada kelonggaran aturan ketika Lebaran, itu nanti berdasarkan Instruksi Presiden,” jelasnya.

Dinkop UKM Grobogan Gelar Bimtek untuk Tingkatkan Wirausaha

Bupati Hafidz menambahkan, pemerintah sudah mengarahkan masyarakat agar cinta terhadap produk lokal. Karena UKM lokal khususnya di Kabupaten Rembang bisa hidup ketika ada daya beli masyarakat.

“Kita harus bisa menghargai produk kita sendiri, ini salah satu terobosan yang harus kita ikuti. Insya Allah, kalau ini jalan bersama-sama, maka perekonomian di Kabupaten Rembang akan cukup bagus,” pungkasnya. (Lingkar Network | R. Teguh Wibowo – Koran Lingkar)

Exit mobile version