73 Mahasiswa Undip Jalani KKN Pulang Kampung di Pati

73-Mahasiswa-Undip-Jalani-KKN-Pulang-Kampung-di-Pati

MENYAMPAIKAN: Adi Nugroho, perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro Semarang. (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Bupati Pati Haryanto menerima 73 mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (7/7). Kedatangan 73 mahasiswa Undip tersebut untuk melaksanakan kegiatan pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama kurang lebih 40 hari di 11 kecamatan dan 22 desa yang tersebar di Kabupaten Pati.

Adi Nugroho selaku perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip mengatakan bahwa, seluruh mahasiswa Undip peserta KKN adalah masyarakat asli Pati. Ia menyebut, KKN ini merupakan KKN di desa sendiri karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Akan tetapi, setiap mahasiswa Undip tidak diwajibkan untuk melaksanakan KKN di desanya sendiri. Setiap mahasiswa boleh mengajukan KKN di desa lain karena sudah ada ketentuan tersendiri.

“KKN model sekarang ini adalah KKN pulang kampung karena mereka menjalani KKN di desanya masing-masing. Misal jika dia tinggalnya di Juwana ya KKN-nya di Juwana. Memang ada satu dua yang minta, artinya misal teman baiknya KKN di Juwana, dia juga ikut itu dimungkinkan karena dia harus registrasi. Artinya, 95 persen di wilayahnya sendiri. Hal ini karena masih di masa pandemi,” jelas Adi.

Adi menambahkan, dengan berbagai macam ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa Undip dan latar belakang program studi yang berbeda-beda, dapat membantu percepatan pembangunan desa. Terlebih tiap mahasiswa Undip sudah mengetahui potensi di desanya masing-masing.

Berbagai program dari pemerintah yang belum terlaksana dengan baik di lingkup desa, juga diharapkan dapat dibantu oleh para mahasiswa Undip dengan program kerja yang akan dilaksanakan untuk kemajuan desa.

“Seperti yang dikatakan pak Bupati, bukan kegiatan fisik tapi kegiatan bersifat sosial pemberdayaan masyarakat. Implementasi program-program pemerintah yang belum berjalan dengan maksimal misalnya stunting, pangan, dan sebagainya itu menjadi konsentrasi adik-adik KKN,” imbuhnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa Undip dilarang untuk meninggalkan desanya, terkecuali jika memang ada suatu hal yang teramat penting. Dengan harapan, mereka dapat konsentrasi melaksanakan kegiatan hingga tanggal 18 Agustus nanti.

Adi menuturkan, kerja sama baik antara Bupati Haryanto dengan Rektor Undip, Yos Johan Utama adalah faktor utama dapat terselenggaranya kegiatan pengabdian ini yang diharapkan dapat dipertahankan oleh Bupati Pati berikutnya.

“Terlebih kan Bupati Pati dengan Rektor Undip memiliki hubungan baik secara kelembagaan. Ada MoU (Memorandum of Understanding) dan sebagainya sehingga kita menaruh perhatian khusus untuk KKN di Kabupaten Pati. Mudah-mudahan bisa memberikan sumbangsih sebaik-baiknya bagi Kabupaten Pati,” tutupnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)