552 Calon Jamaah Haji Asal Jepara Siap Diberangkatkan

552 Calon Jamaah Haji Asal Jepara Siap Diberangkatkan

MELAYANI: Petugas pelayanan jamaah haji dan umroh Kemenag Jepara sedang melayani warga. (Muslichul Basid/Lingkarjateng.id)

JEPARA, Lingkarjateng.id – Sebanyak 552 calon jamaah haji asal Kabupaten Jepara dipastikan mendapatkan kursi untuk terbang ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Mereka adalah calon jamaah haji yang batal berangkat pada tahun 2020, karena pandemi Covid-19.

“Jumlahnya 552 jamaah haji yang diberangkatkan tahun ini,” kata Dede Rahmat, salah satu Staf Pelayanan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Rabu (11/5).

Sesuai regulasi dari Pemerintah Arab Saudi, calon jamaah haji yang bisa diberangkatkan adalah yang berusia maksimal 65 tahun. Dengan demikian, baik haji reguler maupun khusus di tahun ini akan memprioritaskan keberangkatan jamaah berusia paling tinggi 65 tahun per tanggal 8 Juli 2022 sesuai dengan urutan nomor porsi masing-masing.

Masa Tunggu Haji di Jepara Capai 30 Tahun

“Jamaah haji yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M yang tidak masuk alokasi kuota dan atau menunda keberangkatan pada tahun 1443 H/2022 M diprioritaskan menjadi jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1444 H/2023 M sepanjang kuota haji tersedia. Sedangkan jamaah haji yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M dan batal berangkat karena batasan usia di maksimal 65 tahun jadi prioritas haji tahun berikutnya,” terangnya.

Terkait 189 calon jamaah haji cadangan Kabupaten Jepara yang tahun ini menunggu porsi kosong, berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian Agama (Kemenag) Pusat harus bersedia membuat Surat Pernyataan bersedia diberangkatkan dari kloter asal calon jamaah haji.

“Hal ini karena menyesuaikan porsi yang kosong, dengan kata lain porsi yang kosong akibat pembatalan atau penundaan bersifat random se-Jawa Tengah, jadi tidak bisa memilih,” imbuh Dede.

Sementara, calon jamaah yang namanya masuk daftar berangkat, juga diminta meng-update pelunasan ongkos naik haji (ONH) di bank antara tanggal 9 Mei hingga 20 Mei.

“Setelah semua ready, tinggal menunggu informasi dari pusat, kapan pelaksanaan manasik di tingkat kecamatan dan kabupaten. Serta menunggu jadwal keberangkatan. Kalau untuk menyusun kloter, nanti tinggal membagi saja,” pungkasnya. (Lingkar Network | Muslichul Basid – Koran Lingkar)