2 Tahun Vakum, Taj Yasin Kembali Gelar Tradisi Halal Bihalal

SAMBUTAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat memberikan sambutan dalam acara halal bihalal di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Senin (09/05). (Dok. Humas Provinsi Jateng/Lingkarjateng.id)

SAMBUTAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat memberikan sambutan dalam acara halal bihalal di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Senin (09/05). (Dok. Humas Provinsi Jateng/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, tradisi halal bihalal kembali digelar di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah pada Senin (09/05). 

Halal bihalal tersebut dihadiri oleh para kyai dan masyayikh dari berbagai daerah di Jawa Tengah, antara lain Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH. Ubaidillah Shodaqoh, pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Mijen Semarang KH. Fadlolan Musyaffa dan Ketua Yayasan Tanbihul Ghofilin Banjarnegara KH. M Hamzah Hasan. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan terima kasih atas kesediaan para tamu undangan yang telah hadir di tengah penyelenggaraan tradisi syawalan.

Taj Yasin Ingin Program Jogo Santri untuk Cegah Epidemi TBC

“Saya sampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak atau Ibu semua, sudah repot-repot (hadir) saat lebaran, apalagi ini lebaran ketupat. Lebaran ketupat ini, kalau di daerah barat seperti Brebes, Tegal, Pemalang itu biasanya baru ramai-ramainya menerima tamu. Kalau di daerah Jateng bagian timur, ini baru senang-senangnya jalan-jalan merayakan lebaran ketupat. (Atas kesediaan) Anda repot-repot datang ke sini, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya dengan rasa bahagia,” ujar Taj Yasin Maimoen.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat halal bihalal bersama dengan tamu undangan di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Senin (09/05). (Dok. Humas Provinsi Jateng/Lingkarjateng.id)

Selain mengucapkan rasa terima kasih, Wagub Taj Yasin juga menuturkan permintaan maaf dalam memberikan pelayanan yang dirasa terdapat kekurangan.

“Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, juga atas nama keluarga, saya meminta maaf kalau dalam pergaulan dan melayani panjenengan (Anda), masih banyak kekurangan. Mungkin, ada kalimat-kalimat atau tindak-tanduk saya yang tidak menyenangkan hati panjenengan, di Idul Fitri ini saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” tambahnya.

Taj Yasin berharap, setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang mengantarkan umat Islam menambah amalan ibadahnya dan ditutup dengan saling bermaaf-maafan di momen Idul Fitri, umat Islam tidak hanya mampu mempertahankan keimanannya. Tetapi, ibadah-ibadah tersebut juga akan mengantarkan umat Islam dalam meningkatkan keimanan. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)

Exit mobile version