Warga Larang PDAM Grobogan Menyedot Air Sendang

DEMO GROBOGAN

PROTES: Ibu-ibu di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan ajukan protes, desak PDAM menghentikan penyedotan air, Kamis (16/12). (Muhamad Ansori/Lingkarjateng.id)

GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Puluhan ibu rumah tangga di Dusun Sendang Mudal, Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kamis (16/12) menggelar aksi demo. Para ibu rumah tangga ini meminta petugas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Grobogan menghentikan penyedotan air sendang. Sebab, pihak PDAM tidak pernah melakukan perawatan sumber air sendang dan hanya menyedot air yang juga dikelola warga desa tertinggal ini.

“Sudah lebih dari 10 tahun air sendang diambil dan tidak pernah dirawat oleh PDAM. Hanya warga yang melakukan swadaya merawat tanpa dibantu secara tenaga atau bahkan peralatan atau uang. Padahal air sendang sempat mampet dan sendang kosong air,” ujar Pujiati (51) perwakilan ibu yang menggelar aksi kepada wartawan, Kamis (16/12).

Binda Jateng Lakukan Vaksinasi Door to Door ke Pelosok Grobogan

Sebelum aksi digelar, petugas PDAM Kabupaten Grobogan hendak memasang pipa. Mereka hendak memperbaiki pipa, namun ibu-ibu meminta petugas menghentikan perbaikan pipa tersebut. Karena ibu-ibu terus berteriak dan mendesak petugas PDAM Grobogan pun menghentikan perbaikan dan langsung meninggalkan sendang tempat pengambilan air. 

“Kita minta hentikan ya hentikan. Karena sudah puluhan tahun tidak diperhatikan hanya dimanfaatkan saja, tidak pernah dirawat atau diperbaiki saat rusak,” tandas ibu perwakilan dewa yang ikut demo ini.

Sementara itu Kepala Desa Sugihmanik, Imam Santoso tidak bisa berbuat apa. Pihaknya hanya menampung aspirasi masyarakat yang minta penutupan penyedotan air sendang untuk PDAM Grobogan ini. 

“Nanti biar pihak PDAM yang menjelaskan permasalahan ini. Saya terima aspirasinya dan ke depan akan dilakukan perbaikan dari desa jika perlu. Supaya air Sendang bisa lancar dan digunakan masyarakat,” jelas Kepala Desa Sugihmanik, Imam Santoso. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)

Exit mobile version