Vaksinasi Tak Maksimal, Jepara Bertahan di PPKM Level 3

IKON JEPARA

ILUSTRASI : Patung RA Kartini yang menjadi ikon Kabupaten Jepara. (Adhik Kurniawan / Lingkarjateng.id)

JEPARA, Lingkarjateng.id – Bumi Kartini dianggap tidak maksimal dalam menjalankan vaksinasi Covid-19. Akibatnya, saat ini Kabupaten Jepara masih bertahan di Level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali. Padahal kota-kota tetangga seperti Kudus, Pati dan Rembang turun ke level dua.

Hal tersebut tertuang di Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) yang diterbitkan Pemerintah pusat. Merujuk dari Inmendagri mengenai penurunan level, dari level 3 menjadi level 2 mensyaratkan capaian total vaksinasi dosis 1 minimal 50 persen dan capaian vaksinasi dosis 1 untuk lansia di atas 60 tahun minimal sebesar 40 persen.

Capaian vaksinasi yang masih rendah ini tidak ditampik oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, Muh Ali. Ia mengaku, capaian vaksinasi yang masih rendah menjadikan Jepara satu dari dua daerah di Jawa Tengah yang masih berstatus PPKM Level 3.

Penanganan Covid-19, Pemkab Jepara Terima Hibah 500 Tabung Oksigen

“Memang benar, kita masih di PPKM Level 3. Tapi per kemarin capaian vaksinasi kita sudah naik,” kata Muh Ali, Selasa (30/11).

Lebih lanjut, pihaknya akan menggenjot terus vaksinasi Covid-19 di berbagai tempat. Hal ini supaya capaian di Jepara bisa semakin tinggi dan berdampak pada penurunan level PPKM.

“jadi kalau untuk sekarang, dari laporan vaksinasi kemarin (29/11/2021), total warga yang sudah tervaksin di Jepara baru 58,1 persen untuk dosis pertama. Untuk dosis kedua baru 28,9 persen,” ungkap Ali.

Ali merinci, tenaga kesehatan yang sudah tervaksinasi dosis pertama sebanyak 126,2 persen dan dosis kedua 122,3 persen. Pelayan publik dosis pertama 85 persen dan dosis kedua 45,9 persen. Lanjut usia (lansia) dosis pertama 50,5 persen, dan dosis kedua 22,8 persen.

Sedangkan masyarakat rentan dan umum dosis pertama sebanyak 52 persen dan dosis kedua 27,3 persen. Remaja dosis pertama 73,1 persen dan dosis kedua 26,4 persen. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)