APSI Jateng Lantik 24 Advokat Baru

B1 1 1

SAH: Pelantikan 24 advokat baru oleh Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (21/12). (Dok. APSI/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia Jawa Tengah (APSI Jateng) melantik 24 advokat baru, sekaligus penandatanganan pakta integritas di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (21/12).

Wakil Ketua Umum APSI Jateng Bidang Pusdata dan Sumpah Advokat, Masrokimin mengajak advokat baru untuk menjadi pejuang keadilan. Tak hanya itu, dia juga meminta agar 24 advokat baru tersebut mampu menjadi mitra pemerintah maupun instansi syariah.

“Hal itu terkait penanganan perkara di bidang syariah. Kedudukan advokat sejajar dengan penegak hukum lainnya seperti polisi, hakim, dan jaksa,” ujar Masrokimin pasca pelantikan.

Masrokimin mengatakan, advokat merupakan organisasi yang akan menjembatani dan menjalin kerjasama di bidang transaksi muamalah, perbankan, maupun koperasi syariah. Sehingga seorang advokat tidak dibenarkan jika hanya mengejar profit semata.

Hukuman Koruptor, LBH Semarang: Penjara Seumur Hidup

“Advokat harus bisa memastikan keadilan dan kepastian hukum klien selama proses pengadilan. Jangan sampai ada laporan kepada kami bahwa ada klien yang ditelantarkan,” tegasnya.

Masrokimin berpesan kepada seluruh advokat APSI, untuk tidak meninggalkan nilai-nilai keislaman. Hal itu berlaku baik dalam penanganan kasus maupun kehidupan sehari-hari. “Dulu orang tidak tahu APSI itu apa, sekarang semua harus tahu kalau APSI itu ada,” imbuhnya.

Adapun tiga maksud utama dibentuknya APSI, kata Masrokimin. Pertama yakni mempersatukan para Advokat Syariah dalam suatu wadah organisasi kemasyarakatan. Kedua, menumbuhkan dan memelihara ukhuwah (solidaritas) dan persatuan di antara para anggota.

Ketiga, berpartisipasi secara aktif dalam penyuluhan hukum dan pembinaan budaya hukum masyarakat serta memberikan pelayanan hukum dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh keadilan dan perlindungan hukum. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)

Exit mobile version