Alarm BMKG Kembali Menyala, BASARNAS Semarang Persiapan Antisipasi Bencana

KIRIAN 2 4

SIMULASI: Merespons Alarm BMKG yang kembali menyala, Senin (17/1) lalu, BASARNAS Kota Semarang lakukan simulasi untuk penanganan. (Adhik Kurniawan/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Alarm BMKG kembali menyala, Senin (17/1) lalu. Ada 28 wilayah yang terpantau merah termasuk di Jawa Tengah. Menyikapi hal tersebut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kota Semarang mulai melakukan persiapan sebagai langkah antisipasi.

Kepala Kantor BASARNAS Kota Semarang, Heru Suhartanto mengatakan, pihaknya memang memiliki dua fokus masalah terhadap persiapan kali ini. Pertama mengenai hidrometeorologi atau fenomena banjir dan longsor kemudian pergeseran sesar di darat yang menyebabkan gempa kecil akhir-akhir ini.

“Jadi saya berencana menyiapkan tim URBAN SAR termasuk BASARNAS dan teman-teman potensi. Kemarin (persiapan) itu juga baru dibahas, semoga Februari sudah terbentuk dan bisa disimulasikan ke teman-teman semua,” kata Heru, Selasa (18/1).

Mitigasi Bencana, Jepara Bentuk Desa Tangguh

Heru menjelaskan, persiapan dalam dua posisi tersebut diantaranya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat-alat penunjang atau perlengkapan lapangan. Selain itu, baik internal maupun eksternal juga telah disiapkan secara matang.

Lebih lanjut, terdapat sejumlah set alat yang telah dipersiapkan oleh pihaknya. Diantaranya alat rescue kompartemen dan truck kompartemen. “Tapi selain itu kami punya juga cadangan untuk peralatan ekstrikasi (alat evakuasi) lainnya yang mendukung untuk urban,” jelas dia.

Sedangkan mengenai tim yang telah mendapatkan simulasi penanganan bencana itu, akan dipersiapkan kemudian disebar ke daerah-daerah yang mengalami bencana. Diantaranya melalui tim bentukan di daerah Jepara, Wonosobo, Surakarta dan Magelang.

“Jadi di tempat kami, BASARNAS satu bergerak maka semua akan bergerak. Nanti kalau ada kejadian di Jateng kita panggil mereka untuk kumpul dalam waktu 4 jam. Kemudian langsung meluncur ke lokasi,” imbuh dia. Diketahui, BMKG menyebut sejumlah wilayah diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang dan kilat/petir, yang berakibat bisa menimbulkan bencana banjir atau tanah longsor. (Lingkar Network | Adhik Kurniawan – Koran Lingkar)

Exit mobile version