Harga Terong Anjlok, Petani Merugi

terong

PASRAH : Sumangat Hadi usai memanen terong di lahan pertaniannya di Desa Logede Kecamatan Sumber. (R.Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Petani di Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang lemas akibat anjloknya harga terong sayur. Harga terong sayur di tingkat petani mengalami penurunan sejak beberapa hari belakangan ini. 

Salah seorang petani terong sayur dari Desa Logede Kecamatan Sumber, Sumangat Hadi Selasa (9/11) mengatakan, harga terong sayur saat ini berada di kisaran harga Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogram. Sementara untuk harga normalnya di kisaran harga  Rp 3.000 sampai yang paling tinggi Rp 5.000 per kilogram. 

“Ya lemas karena harga, ya mungkin lemas karena kebanyakan makan terong,” ucapnya dengan tawa.

Para petani pun merasa lemas karena pendapatan hasil panen yang tidak sesuai ekspektasi. Dirinya memperkirakan penurunan harga ini dikarenakan jumlah hasil panen terong yang melimpah di wilayah setempat.

“Luas lahan yang ditanami terong itu sekitar 5-10 hektar di wilayah Kecamatan Sumber bagian selatan sampai ke perbatasan Kecamatan Bulu,” kata dia.

Sumangat yang juga sebagai Kepala Dusun (Kamituwo) Desa Logede itu mengaku, hanya bisa pasrah dengan anjloknya harga terong sayur yang telah ia panen. Berapa pun harganya dia akan tetap menjual meski tidak mendapat keuntungan sama sekali.

“Kalau rugi ya pasti. Kan dari perawatan mulai dari benih, pupuk, dan tenaga kerja untuk panen. Ya pasti tidak ada untungnya,” bebernya.

Ia menyebutkan, jumlah terong yang sudah dipanen mencapai 1,5 ton dengan luas lahan tanam 5.000 meter persegi. Menurutnya, jika tanaman terong tidak segera dipanen atau dibiarkan hingga tua maka tanaman terong tidak bisa berbuah lagi.

“Jadi tetap harus dipetik, walaupun harus dijual dengan harga yang murah,” tandasnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)