Cuaca Buruk, Ikan di TPI Rembang Alami Penurunan

TPI REMBANG

NELAYAN: Aktivitas bongkar ikan para nelayan di TPI Tasik Agung, Rembang, baru-baru ini. (R. Teguh Wibowo/Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Cuaca buruk membuat sejumlah nelayan mengurungkan niat untuk melaut. Akibatnya, jumlah ikan pada Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasik Agung, Rembang juga mengalami penurunan. 

Kepala Urusan Tata Usaha TPI Tasik Agung, Bintoro, Senin (3/1) menjelaskan, kondisi cuaca yang tak kunjung bersahabat telah mengakibatkan jumlah ikan di TPI Tasik Agung mengalami penurunan. Selain itu, sejumlah ikan tangkapan nelayan juga mengalami penurunan kualitas.

“Jumlah ikan menurun, kualitas juga ikut turun. Rata-rata ikan pecah perut, harganya juga anjlok,” kata dia.

Cuaca Perairan Rembang Buruk, Nelayan Diimbau Tidak Melaut

Terkendalanya kapal nelayan untuk berangkat melaut akibat cuaca terjadi sejak pertengahan Desember. Sehingga kapal yang sudah bersandar sejal bulan itu, sampai sekarang belum berangkat melaut. “Rata-rata kapal lokal Rembang semua,” imbuhnya.

Dirinya menerangkan, menurunnya jumlah ikan di TPI Tasik Agung mengakibatkan sebagian besar ikan mengalami kenaikan harga. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai 15 persen dari harga normalnya.

“Biasanya jenis ikan kerapu dan dorang yang mengalami kenaikan harga,” ucapnya.

Naiknya harga sebagian jenis ikan tersebut juga dipengaruhi oleh permintaan pasar yang tetap tinggi. Padahal di kondisi cuaca seperti ini, tidak banyak nelayan yang berani untuk melaut.

“Permintaan lagi banyak-banyaknya. Kalaupun ikan mahal, kalau permintaan tidak ada pasti harganya nanti turun sendiri,” pungkasnya. (Lingkar Network | Teguh Wibowo – Koran Lingkar Jateng)