Antisipasi Bencana, Pemkab Rembang Bersih-bersih Sungai

BPBD Rembang

Anggota BPBD bersama relawan dan warga setempat membersihkan sungai di Desa Nglojo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, beberapa waktu lalu. (Istimewa / Lingkarjateng.id)

REMBANG, Lingkarjateng.id – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap bencana yang mengancam wilayah Kabupaten Rembang. Hal itu dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, mengingat setiap tahun selalu terjadi bencana alam di musim penghujan.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Rembang, Pramujo mengatakan untuk mengantisipasi bencana alam pihaknya membuat surat edaran antisipasi dan persiapan menghadapi ancaman bencana banjir dan tanah longsor di musim penghujan 2021-2022, ke kecamatan yang diteruskan ke desa.

Menurut BMKG, musim penghujan di Rembang sampai Bulan April 2022. Tetapi untuk puncaknya musim penghujan pada Januari dan Februari.

Cegah Banjir, BPBD Rembang Bersihkan Tumpukan Sampah

Pramujo mengungkapkan langkah antisipasi untuk pencegahan banjir juga dilakukan BPBD bersama TNI / Polri beserta masyarakat dengan membersihkan sungai seperti di Desa Nglojo, Kecamatan Sarang, pada hari Kamis (18/11). Hal itu setelah melihat kondisi banyak sampah-sampah atau rumpun bambu yang terbawa aliran air dan rawan menyumbat di jembatan.

Pihaknya juga sudah melakukan pemetaan daerah rawan bencana tanah longsor di Kecamatan Lasem berada di  Desa Gowak, Sendangcoyo, Kajar dan Desa Ngargomulyo. Sedangkan di Kecamatan Sluke berada di Kecamatan Bendo, Labuhan Kidul, Manggar, Langgar, Sanetan dan Desa Rakitan.Di Kecamatan Pancur berada di Desa Banyuurip, Johogunung, Wuwur, Kedung dan Desa Criwik.

Untuk Kecamatan Sedan yang diprediksi menjadi sasaran tanah longsor Desa Candimulyo, Pacing dan Desa Dadapan. Sementara itu Kecamatan Sale yang dipetakan rawan Longsor hanya di Desa Bitingan.

Cegah Banjir, DLH Pati Maksimalkan Fungsi Bank Sampah

Pramujo menyebutkan untuk pemetaan daerah rawan bencana banjir berada di sepanjang aliran Sungai Randugunting yang menerjang Kecamatan Sumber dan Kaliori, di aliran Sungai Babagan Kecamatan Lasem, Sungai Tireman Kecamatan Rembang, Sungai Karangmangu dan Sungai Bajingjowo Kecamatan Sarang. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)