Kabupaten Pati Siap Launching 25 Desa Wisata Sekaligus

DESA WISATA

SIMBOLIS: Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung program Desa Wisata kepada Kepala Desa Gunungsari Sudadi, kemarin. (Aziz Afifi / Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Untuk mendorong perkembangan desa wisata yang ada di Bumi Mina Tani, pada tahun depan rencananya Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati akan menambah 25 desa wisata yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Pati. Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi terkait pembentukan desa wisata ini.

Untuk mendukung rencana tersebut, Dinporapar Pati melakukan pertemuan mitra dengan pengelola dan pelaku pariwisata di kawasan wisata Pesona Gunungsari Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Sabtu (21/11). Sejumlah agenda yang dilakukan meliputi resik-resik tempat wisata, pembagian masker dan fasilitas kebersihan seperti tempat sampah. 

Pemkab Pati Optimalkan PAD Sektor Pariwisata

Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono Kepala mengatakan, saat ini pihaknya masih terbatas anggaran sehingga baru bersifat sosialiasi. “Karena terbatasnya anggaran kita masih bersifat sosialisasi. Ke depan desa punya dana desa bisa dianggarkan dari dana desa. Atau bersama-sama mengajukan dari aspirasi dewan, atau bantuan keuangan provinsi atau kementerian,” ujarnya. 

Lebih lanjut Rekso mengatakan, pihaknya akan me-launching 25 desa wisata yang telah dicanangkan secara serentak. Rencananya akan dilakukan pada pertengahan tahun depan.  

Dinporapar Pati Siapkan Video Promosi untuk 17 Destinasi Wisata

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari Sudadi mengungkapkan kegembiraannya terkait rencana pembukaan desa wisata di tempatnya. Ia berharap hadirnya desa wisata mampu memberikan dampak ekonomi kepada warga sekitar.

“Sangat berterima kasih dengan adanya acara ini. Mudah-mudahan desa kita, yang dicanangkan sebagai desa wisata bisa memberi income dan efeknya tadi bisa berdampak pada ekonomi masyarakat semakin tumbuh. Karena sejak 2017 dulu perbulannya mencapai 2.000 lebih pengunjung. Walaupun pandemi ditutup, pengunjung masih banyak, tapi ini bebas biaya masuk,” ungkapnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)