DPRD Pati Janji akan Bawa Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat

DPRD Pati Janji akan Bawa Aspirasi Mahasiswa ke Pemerintah Pusat

INTERVIEW: Ketua DPRD Pati Ali Badrudin (tengah) didampingi Wakil Ketua I Joni Kurnianto (samping kiri) ketika di wawancarai awak media, Senin (10/4). (Arif Febriyanto/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menemui puluhan mahasiswa yang menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Pati, Senin (11/4). Dalam kesempatan itu, pihak DPRD Pati berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat.

Sebelumnya, keinginan peserta aksi yang tergabung dalam organisasi PMII Pati untuk bertemu pimpinan DPRD Pati sempat mengalami hambatan. Selang beberapa waktu kemudian, Wakil Ketua II DPRD Pati, H. Hardi keluar untuk menemui para mahasiswa dan meminta mereka menunggu Ketua DPRD Pati karena yang bersangkutan masih rapat.

“Saya mohon kesabarannya semua mahasiswa yang demo hari ini. Pasti nanti akan ditemui oleh pimpinan kami. Saat ini pimpinan sedang ada rapat, jadi mohon bersabar,” ujarnya H. Hardi untuk menenangkan peserta aksi.

DPRD Pati Berharap Bantuan Subsidi Upah Karyawan Bisa Tepat Sasaran

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua I, Joni Kurnianto yang turut menemui mahasiswa yang melakukan aksi damai tersebut. Dirinya meminta perwakilan 10 orang mahasiswa untuk masuk ke gedung DPRD dan menemui Ketua DPRD Pati secara langsung. Sebagai wakil rakyat, Joni pun tak setuju dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga kebutuhan pokok di tengah pandemi seperti ini.

“Karena kalian jumlahnya puluhan, jadi tidak mungkin bagi kalian untuk masuk semua ke dalam gedung. Jadi saya minta perwakilan 10 orang dari kalian untuk masuk ke dalam. Nanti di sana kalian bisa bertemu dengan pimpinan. Kebijakan pemerintah saat ini tentu saja memberatkan rakyat, jadi saya pribadi kurang setuju dengan kebijakan tersebut, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini,” katanya.

Meski sudah diizinkan bertemu dengan pimpinan dewan secara langsung, namun puluhan mahasiswa tersebut tetap menolak untuk masuk ke dalam gedung DPRD Pati jika tidak diizinkan masuk bersamaan. Mereka ingin masuk ke gedung dewan bersamaan atau Ketua DPRD Pati yang keluar menemui mereka. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Lingkarjateng.id)