DLH Pati Dapat Rp 50 Juta, Daerah Pesisir Tidak Kebagian Jatah Penghijauan

a 1

Perhutani sedang melakukan penanaman pohon. (Istimewa / Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo mengungkapkan, peta penghijauan pada tahun ini tersebar di tiga titik. Di antaranya, di perbukitan muria, kendeng dan wilayah pesisir.

Namun, lanjutnya, karena minimnya anggaran mengakibatkan titik pesisir tidak mendapatkan jatah penghijauan pada tahun ini. “Tahun ini muria ada, pasti ada. Kendeng tepi ada. Sedikit juga di pesisir. Pesisir ini juga harus perlu diperhatikan. Terkait dengan konservasi. Malah pesisir gak kumanan (kebagian, Red),” jelasnya.

Mengenai jumlah anggaran, Tulus menyebutkan, DLH Pati hanya mendapatkan Rp 50 juta untuk melakukan penghijauan. Jumlah ini berkurang separuh dari tahun sebelumnya.

“Kemarin kita hanya sekitar 50 juta. Kalau tahun sebelumnya di atas itu. Sebelum pandemi ada 100 (juta, Red). Hanya sedikit. Anggaran kita terbatas sekali,” imbuhnya. 

Akibatnya terbatasnya anggaran tersebut, penanaman pohon tidak terlalu banyak dilakukan. “Kita di Kendeng kemarin jumlah bibit dan desa sampai mengarah ke hektar ada-lah. Ada data tersebut. Meski tidak luas juga, mungkin 5 hektar-lah. Karena anggaran kita juga sedikit,” tambah Kepala DLH Pati itu. 

Meski begitu pihaknya tetap akan melakukan program penghijauan berupa penanaman pohon di beberapa titik yang menjadi program tahun ini. Apalagi ada wacana yang dilontarkan oleh Gubernur beberapa waktu yang lalu terkait penghijauan Pegunungan Kendeng. Hal ini menjadi angin segar tersendiri bagi pihaknya. 

“Dari sisi lingkungan welcome ya. Ada berbagai pihak men-support. Apalagi seorang Gubernur yang punya tangan kuat lah. Ini cukup bagus buat kita,” tutupnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)