DPRD Kudus Salurkan Bantuan Banjir sebagai Wujud Nyata Kasih

Pemberian Sembako Bantuan oleh Ketua DPRD KudusKepada Warga Yang Terdampak Banjir Bandang

Wujud Kasih: Pemberian Bantuan Sembako Kepada Warga Yang Terdampak Banjir Bandang

KUDUS – Lingkarjateng.id, Banjir Bandang yang melanda Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Selasa (21/11) mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak, dan satu rumah roboh.

Berangkat dari rasa kepedulian dan wujud nyata kasih, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Mas’an, S.E., M.M memberikan 50 paket bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir tersebut.

Dalam pemberian paket sembako itu, Ketua DPRD Kudus Mas’an didampingi Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi beserta para relawan dari BPBD turut serta dalam penyerahan secara simbolis bantuan paket kepada masyarakat yang terdampak banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Rabu (3/11).

“Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban bagi warga yang terdampak banjir,” ucapnya.

Masan mengatakan penanggulangan bencana sebelum terjadi bencana harus dimaksimalkan. Pasalnya, persoalan rutin terkait bencana yang dihadapi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Solusinya, kata dia harus ada gotong royong antar Forkopicam dengan masyarakat agar segala kegiatan antisipasi bencana bisa berjalan dengan baik.

“Gotong royong harus dilakukan. Antara camat, pejabat desa dan masyarakat harus punya persepsi yang sama,” tuturnya.

Persoalan bencana seperti bencana banjir bisa diantisipasi dengan melakukan bersih sungai dan pompanisasi. Pihak desa bisa bekerjasama meminta bantuan perusahaan, para relawan, BPBD, dan TNI sehingga ketika terjadi bencana seluruh elemen masyarakat sudah siap siaga menghadapi bencana.

Terpisah, Warga Desa Wonosoco RT 1 RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus Pariyem (65 tahun) yang rumahnya roboh karena terdampak banjir bandang menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Mas’an atas bantuan yang diberikan.

Dirinya mengaku banjir bandang yang terjadi sekarang merupakan banjir bandang terparah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Saya tidak apa-apa jika rumah saya roboh, karena dulu juga pernah roboh terkena banjir juga. Akan tetapi, yang saya sesali, banjir membuat saya kehilangan puluhan hewan ternak saya,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi mengatakan banjir bandang yang melanda Desa Wonosoco terjadi karena curah hujan tinggi sehingga mengakibatkan tanggul Sungai Londo jebol dan meluap hingga ke ruas jalan sampai ke pemukiman penduduk.

“Pendataan sementara ada sekira 50 rumah lebih yang kemasukan lumpur dan perabotan rumahnya ikut hanyut, paling parah ada satu rumah warga yang roboh akibat diterjang banjir bandang,” ungkapnya.

Exit mobile version