243 Kecelakaan Terjadi di Kudus Selama Tiga Bulan

243 Kecelakaan Terjadi di Kudus Selama Tiga Bulan

POTRET: Ruas Jalan Raya Kudus-Pati yang rawan terjadi kecelakaan. (Falaasifah/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.id – Selama 3 bulan di awal tahun ini tercatat sudah terjadi 243 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kudus. Dari catatan angka kecelakaan itu, mengakibatkan 6 orang meninggal dunia.

Kasatlantas Polres Kudus, AKP Galuh Pandu mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan selama ini, yaitu struktur jalan yang bergelombang dan faktor cuaca saat hujan, sehingga membuat jalan menjadi licin.

“Selain itu juga bisa disebabkan oleh faktor dari kelalaian pengemudi,” imbuhnya.

Pati Masuk Lima Besar Kecelakaan Tertinggi di Jawa Tengah

Ia menyebutkan, beberapa ruas jalan di Kudus yang rawan terjadinya kecelakaan diantaranya, tikungan setelah Polres Kudus, tikungan jalan di Lingkar Mejobo, dan juga sebelum pom bensin Krawang.

“Jalan-jalan tersebut bisa dikatakan rawan karena sudah terjadi beberapa kali kecelakaan di tempat yang sama dan juga dari hasil evaluasi yang dilakukan saat akhir tahun,” ungkapnya.

Dalam upaya meminimalisir terjadinya kecelakaan, pihaknya melakukan tindakan seperti pemberian pita kejut dan melakukan pemasangan banner imbauan rawan kecelakaan di tempat-tempat yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sempat Kecolongan, Kemenag Kudus Imbau Madrasah Jangan Study Tour

“Serta pemasangan lampu penerangan dan juga melakukan penyuluhan secara bergilir oleh Unit Dikyasa ke sekolah-sekolah, pabrik, dan pesantren,” paparnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2021 lalu tercatat terdapat 841 kejadian kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan tersebut didominasi oleh kendaraan roda dua. Sementara itu, pengendara yang terlibat kecelakaan rata-rata dari golongan pelajar dan karyawan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kudus agar selalu berhati-hati dalam berkendara di jalan. Apalagi saat ini sedang musim hujan.

“Apalagi saat ini musim hujan belum selesai, jalan banyak yang licin. Untuk jalan yang berlubang tidak terlalu, tetapi tetap hati-hati. Kalau memang tidak ada kebutuhan mendesak untuk keluar rumah lebih baik di rumah saja,” pungkasnya. (Lingkar Network | Falaasifah – Koran Lingkar)

Exit mobile version