Miris, 17.065 Anak di Jepara Tidak Sekolah

20211122 194948

JEPARA, Lingkarjateng.id – Sebanyak 17.065 anak-anak di Kabupaten Jepara tidak sekolah. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Jepara, Subiyanto.


Menurutnya, data tersebut berdasarkan data dari Susenas. Adapun untuk mendukung P-ATS ini, pihaknya menyebut diperlukan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), khususnya Dana Desa. Di samping itu perlu disusun peraturan kepala daerah terkait rintisan penuntasan wajib belajar 12 tahun sebagai payung hukum P-ATS di Jepara.


“Diperlukan dukungan dari semua pihak, baik perangkat daerah, dunia usaha, desa, organisasi massa dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mendukung pelaksanaan P-ATS di Jepara,” kata Subiyanto, Senin (22/11).

Janji! Pemkab Karanganyar Jamin Pendidikan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19


Subiyanto menjelaskan, pada tahun 2021 di Kabupaten Jepara terdapat empat desa yang menjadi pilot project Penanganan Anak Tidak Sekolah (P-ATS). Desa tersebut masing-masing Desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari, Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Desa Tulakan Kecamatan Donorojo dan Desa Tubanan Kecamatan Kembang.


Dia menambahkan, Kabupaten Jepara juga menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Tengah yang menjadi piloting replikasi program P-ATS tahun 2021-2025.
“Bappeda bersama dengan mitra Unicef telah melaksanakan kegiatan mulai dari sosialisasi, lokalatih pengembangan basis data ATS, pelatihan pendataan ATS menggunakan aplikasi SIPBM ATS di empat desa itu,” terangnya saat audiensi rencana Launching Gerakan Sekolah Meneh (GSM) dan Gerakan Remaja Hebat (GRH) yang digagas oleh Bappeda Jepara di ruang kerja Bupati Jepara, Senin (22/11).

Salurkan Dana Kesra Rp 27 M kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS


Diketahui, masalah anak putus sekolah (Out of School Children) menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemerintah dalam mencapai target wajib belajar 9 tahun dan menuju pendidikan wajib belajar 12 tahun. Secara nasional, berdasarkan data Susenas 2019 terdapat 4,3 juta anak di Indonesia tidak sekolah. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)