Vaksinasi Anak di Kudus Capai 81,53 Persen

vaksinasi anak di kudus

PATUH: Seorang siswi tampak tenang saat menerima suntik vaksin Covid-19 di sekolahnya, baru-baru ini. (Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkarjateng.id)

KUDUS, Lingkarjateng.id – Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun di Kabupaten Kudus terus digencarkan. Berdasarkan data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Sabtu (15/1) menunjukkan, 81,53 persen anak di Kabupaten Kudus sudah divaksin dari total sasaran sasaran sebanyak 79.072 anak.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Andini Aridewi mengatakan, dosis pertama untuk vaksinasi anak ditargetkan rampung pada akhir bulan Januari ini. Selanjutnya, penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua pada anak akan dimulai awal bulan Februari mendatang.

Ia mengungkapkan, penggenjotan vaksinasi anak tidak akan mengganggu vaksinasi di kategori lain. Baik itu vaksin untuk masyarakat umum maupun lansia. Menurutnya, persediaan vaksin Covid-19, terutama jenis Sinovac di Kota Kretek masih cukup aman dan memadai.

Pemkab Kudus Ciptakan PTM Aman dan Kondusif

“Percepatan vaksinasi anak ini tidak akan mengganggu vaksinasi lainnya karena stok vaksin masih aman semua,” kata Andini.

Andini membeberkan, sampai saat ini, DKK Kudus belum menemukan adanya kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) berat pada vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun. Pihaknya hanya menemukan adanya laporan KIPI ringan yang masih bisa tertangani.

“Hanya ditemukan KIPI ringan saja seperti gatal di area bekas suntikan dan demam. Tapi kalau sudah dikasih obat nanti bisa segera sembuh sendiri,” ucapnya.

Andini menerangkan, dokter spesialis anak telah dilibatkan selama pelaksanaan vaksinasi anak. Sehingga selama proses screening, anak-anak akan dicek kondisi badannya terlebih dahulu sebelum menerima suntikan vaksin.

Dinkes Kudus Gencarkan Tes PCR di Sekolah

“Kami melibatkan tenaga medis dan dokter spesialis anak untuk mendamping pelaksanaan vaksinasi. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya KIPI pada anak,” tuturnya.

Ia mengaku, DKK Kudus akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus terkait percepatan vaksinasi anak di wilayah setempat.

Lebih lanjut, Andini mengaku, akan terus menggenjot vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kudus supaya herd immunity bisa segera terbentuk. Bahkan, total capaian target vaksinasi keseluruhan Kabupaten Kudus saat ini sudah di atas rata-rata capaian vaksinasi Provinsi Jawa tengah.

“Kami juga akan bersinergi dengan TNI dan Polri supaya percepatan vaksinasi ini bisa segera tercapai,” tandasnya.

Pemkab Kudus Pastikan Stok Vaksin Anak Aman

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, tim observasi pada vaksinasi anak harus aktif menanyakan kondisi anak ketika selesai vaksin. Hal ini supaya jika ditemukan anak yang mengalami kasus KIPI setelah divaksin bisa segera tertangani.

“Saya minta tim observasi bisa aktif menanyakan kondisi ke anak-anak yang sudah divaksin. Kalau tidak ada yang mengalami KIPI ya Alhamdulillah,  kalau ada bisa segera ditangani,” ujar dia.

Pihaknya menargetnya, herd immunity di Kabupaten Kudus bisa segera terbentuk di tahun 2022 ini. Yakni secara kumulatif masyarakat di Kabupaten Kudus yang sudah mengikuti vaksinasi di atas 75 persen.  “Percepatan vaksinasi ini perlu dilakukan supaya bisa segera terbentuk herd immunity,” tukasnya. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus Syarifa – Koran Lingkar)

Exit mobile version