Kasus Covid-19 Melonjak, PTM di Semarang Dihentikan Pekan Depan

TERTIB: Suasana vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Negeri Pekunden beberapa waktu yang lalu.

TERTIB: Suasana vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Negeri Pekunden beberapa waktu yang lalu. (Dinda Rahmasari/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Senin (7/2) mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada Kamis (3/2).

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang mengungkapkan, langkah itu diambil lantaran kasus Covid-19 tengah melonjak. Bahkan per Kamis (3/2) pasien yang terkonfirmasi positif sejumlah 118 orang. “Selama seminggu ini pertambahannya cepat sekali. Oleh karena itu, PTM mulai Senin depan kita off-kan,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, pertambahan kasus Covid-19 kali ini lebih cepat jika dibandingkan gelombang kedua kemarin. Meskipun begitu, tingkat kesembuhannya juga lebih cepat.

Omicron Menyasar Anak, IDAI Jateng: Sekolah Harus Lebih Waspada

PTM diberhentikan karena pada kasus Covid-19 kali ini banyak yang berasal dari SMP, SMA dan SMK. Namun, mereka biasanya tanpa gejala. “Karena tanpa gejala itu, jadi orang tidak tahu kalau terpapar. Penularannya sangat cepat. Meski belum ada hasil lab tapi saya kira ini Omicron karena cepat sekali,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, lanjutnya, kasus Covid-19 tertinggi berada di kelompok karyawan perkantoran, kemudian keluarga dan pendidikan. 

Selain itu, pelaku perjalanan juga menjadi kelompok terbanyak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Oleh karena itu, dia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada dan cermat dalam menghadapi varian baru Covid-19 ini. 

Cepat Menyebar, IDI Jateng: Jangan Remehkan Omicron

Dia meminta agar masyarat tidak abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Sehingga tidak terjadi ledakan kasus Covid-19 seperti beberapa waktu yang lalu. “Kita bersama-sana menjaga Kota Semarang,” tegasnya. 

Sementara itu, Kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, sejauh ini tidak ada klaster Covid-19 di sekolah. Namun, terjadi lonjakan di beberapa SMP, SMA dan SMK. “Maka Minggu depan SD dan SMP kami alihkan ke daring (dalam jaringan, Red),” imbuhnya. (Lingkar Network | Dinda Rahmasari – Koran Lingkar)

Exit mobile version