693.229 Siswa MI Semarang Tunggu Jadwal Vaksinasi

HL 8 1

KESEHATAN: Salah satu siswa SD sedang melakukan vaksinasi anak di salah satu Semarang. (Dinda Rahmasari/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah (Kemenag Jateng) mencatat 693.229 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun. Mereka masih menunggu jadwal dilaksanakannya vaksinasi tersebut dari pemerintah daerah. 

“Kesiapan usia anak 6-11 tahun di MI pelaksanaannya menyesuaikan kebijakan masing-masing daerah kabupaten/kota,” ungkap Kepala Kemenag Jateng, Mustain Ahmad, Kamis (23/12).

Kendati demikian, Mustain mengatakan, jumlah tersebut sudah masuk dalam sasaran vaksinasi Covid-19 untuk anak usia di bawah 12 tahun. Pihaknya memilih untuk mempercayakan kepada ahli kesehatan berkaitan dengan kebijakan vaksinasi tersebut. 

“Siswa MI yang bisa divaksin sesuai kriteria usia 6-11 tahun ada 693.229 orang. Mereka sebarannya ada di 114 MI negeri dan 4.086 MI swasta,” paparnya.  

Disdik Semarang: Vaksinasi Anak harus Seizin Orang Tua

Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Moh Abdul Hakam mengungkapkan, ada 165.185 anak usia 6-11 tahun yang akan mengikuti vaksinasi. Kendati demikian, jumlah tersebut belum termasuk siswa Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Pihaknya menargetkan, vaksinasi untuk anak usia di bawah 12 tahun selesai pada Januari 2022 mendatang. Hal itu sebagai tindak lanjut dari Instruksi Wali Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pencegahan Penyebaran dan Penanggulangan Corona Disease 2019 (Covid-19) pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 di Kota Semarang.

Guna mendukung terwujudnya target itu, DKK Semarang bekerja sama dengan rumah sakit, TNI dan Polri. Kendati demikian Hakam mengaku, bahwa target vaksinasi anak ini hanya sebatas perkiraan saja.

“Kita ada 37 puskesmas. Masing-masing puskesmas melakukan kegiatan satu tempat. Jadi kita dibantu sama teman-teman dari Polri, dan beberapa rumah sakit yang jemput bola ke sekolah,” kata Hakam.

DKK Semarang bersama dengan pihak sekolah, terus menggencarkan sosialisasi kepada orang tua siswa sejak satu minggu sebelum dilaksanakan vaksinasi. Sehingga proses vaksinasi untuk anak usia 12 tahun itu bisa berjalan dengan lancar. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)

Exit mobile version