Anggota DPRD Pati Buka Vaksin Covid-19 di Rumah Pribadi

DPRD Pati Muntamah

GUYUB: Anggota DPRD Pati Muntamah memantau jalannya vaksinasi Covid-19 di rumah pribadinya, baru-baru ini. (Sifa/Lingkarjateng.id)

PATI, Lingkarjateng.id – Anggota Komisi D DPRD Pati, Muntamah melakukan sesuatu yang sangat inovatif untuk mendorong percepatan vaksinasi di desanya. Ia tak segan-segan membuka vaksin Covid-19 di rumah pribadinya. Tentu saja, aksinya ini telah mendapat persetujuan pihak desa dan berkolaborasi dengan Puskesmas desa setempat.

“Saya memang membantu desa untuk memfasilitasi tempat untuk vaksinasi. Saya minta jadwal vaksinasi desa diadakan di rumah saya,” katanya pada Lingkarjateng.id, kemarin.

Pelaksanaan vaksin di rumahnya itu pada Sabtu (12/02). Alokasi vaksin yang diperuntukkan bagi masyarakat di desanya sebesar 125 dosis vaksin. Namun, hanya terealisasi 60 warga desa setempat saja. 

DPRD Pati Imbau Warga Ketatkan Kembali Prokes

“Menurut Kepala Desa, rencana awalnya adalah 125 orang. Tapi ternyata yang vaksin hanya separuhnya saja. Menurut petugas vaksinasi dari Puskesmas, jumlah itu katanya sudah termasuk banyak. Karena kadang-kadang, di sebuah desa saat jadwal vaksin tiba, hanya 10 peserta saja yang mau divaksin,” ungkapnya.

Sebelum kegiatan vaksinasi tersebut berlangsung, ia sudah memberi pengumuman serta melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat setempat. Sehingga banyak yang ikut vaksin.

Kasus Covid-19 Melonjak, DPRD Pati Dukung Pemkab Hentikan PTM

“Vaksin sudah tersedia, petugas, tempat-tempat kesehatan juga sudah siap. Memang yang perlu dibangun adalah kesadaran kolektif masyarakat agar tahu pentingnya vaksinasi, sehingga mau untuk vaksinasi,” jelasnya.

Muntamah juga mengapresiasi langkah dari Dinas Kesehatan Pati serta tempat yang menyediakan layanan kesehatan di Pati, karena sudah melakukan segala upaya untuk mendorong percepatan vaksinasi di Pati. 

“Saya sang mengapresiasi tim medis. Tidak hanya memfasilitasi vaksinasi di sentra-sentra kesehatan, tapi juga melalui door to door, dan vaksinasi ke desa-desa seperti ini. Dalam hal ini, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat agar mau divaksin. Baik itu pemerintah, ormas, maupun perorangan,” pungkasnya. (Lingkar Network l Sifa – Lingkarjateng.id)