Dindagkop UMKM Demak bersama Polines Gelar Pelatihan Digital Marketing

kirian2 Grobogan Demak

ANTUSIAS: Suasana pelatihan digital marketing di Kabupaten Demak. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

DEMAK, Lingkarjateng.id – Sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi terhadap pelaku UMKM terdampak Covid-19, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dindagkop UMKM) Kabupaten Demak bersama Politeknik Negeri Semarang menggelar pelatihan digital marketing.

Kegiatan yang diikuti 30 peserta tersebut diadakan di Aula Dindagkop UMKM. Dalam pelaksanaan kegiatan para peserta dilatih menggunakan media sosial seperti Instagram, Tiktok, Google Bisnisku untuk pemasaran, periklanan hingga transaksi.

Kadindagkop UMKM Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnaen mengungkapkan di era revolusi industri 4.0 tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan semakin meningkat, yaitu, pelayanan mudah, cepat, murah, terjangkau dan efisien. Kondisi tersebut perlu disambut pelaku UMKM di Kabupaten Demak dengan melakukan inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi.

Bangkitkan UMKM Melalui Digital Marketing

“Sebagai upaya mengembangkan sektor UMKM, kami dari pihak Dingdakop UKM akan memfasilitasi termasuk pelatihan digital marketing bekerjasama dengan lembaga pengabdian masyarakat Polines,” imbuhnya.

Sementara Salah satu pemateri dari Polines, Misbakhul Arrezqi menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan keterampilan para pelaku UMKM, sehingga mereka mampu adaptif dan bangkit dari pandemi melalui UMKM go digital.

Menurutnya, pasca pandemi terjadi perubahan perilaku konsumen dari yang semula belanja konvensional ke model online. Hal ini menjadi upaya pencegahan dari potensi terpapar Covid-19 sehingga konsumen memilih belanja melalui daring atau online.

Dongkrak Penjualan, Pelaku UKM Blora Ikuti Pelatihan Digital Marketing

Melihat kondisi demikian tentunya menuntut para pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman agar dapat tumbuh dan berkembang.

“Jika pedagang tetap menggunakan metode konvensional maka akan tertinggal bahkan dikhawatirkan dapat gulung tikar,” katanya.

Misbakhul menjelaskan, selama ini baru sebagian kecil pelaku UMKM yang memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan usaha mereka. 

“Kami harapkan setelah mengikuti pelatihan ini dapat mentransfer ilmu kepada kelompok UMKM di wilayah masing-masing, agar geliat ekonomi lokal merata di Kabupaten Demak,” pungkasnya. (Lingkar Network | Koran Lingkar)

Exit mobile version