Wisata Religi Pati, Syekh Jangkung Ulama Legendaris Murid Sunan Kudus

Makam Syekh Jangkung, Pati. (Sumber Gambar: Pemkab Pati/Lingkarjateng.id)

Makam Syekh Jangkung, Pati. (Sumber Gambar: Pemkab Pati/Lingkarjateng.id)

Lingkarjateng.idKabupaten Pati merupakan surga destinasi wisata religi. Pasalnya, banyak tokoh yang menyebarkan agama Islam di wilayah ini. Dari Sunan Prawoto, Syekh Jangkung, Ki Ageng Ngerang, Nyai Ageng Ngerang, Syekh Ahmad Mutamakkin, Syekh Ronggo Kusumo, KH. Abdullah Salam, Ki Ageng Penjawi hingga Sunan Makhdum.

Berikut Lingkarjateng.id rangkum untuk Anda tokoh agama yang menyebarkan agama Islam di Pati yaitu Syekh Jangkung. Beliau ini adalah ulama berkharisma dan ahli ilmu tasawuf.

1. Silsilah Syekh Jangkung

Nama kecil Syekh Jangkung adalah Saridin. Ia merupakan putra Ki Ageng Keringan (Sayyid Abdullah ‘Asyiq) dengan Nyi Sujinah yang bergelar Dewi Samaran. Nama Saridin berasal dari bahasa Jawa yakni ‘Sari’ dan ‘Din’ yang bermakna “sarinya agama”.

Diberi nama Jangkung, saat nasihat Sunan Kalijaga yang mengatakan bahwa Allah SWT akan selalu menjaga, melindungi dan menolong atau menjangkung Saridin. Selain itu, Jangkung juga dimaknai dengan mengabulkan doa-doa orang yang percaya dan yakin akan kebesaran Allah SWT.

Makam Syekh Jangkung, Pati. (Sumber Gambar: Pemkab Pati/Lingkarjateng.id)

Sedangkan, nama Syekh diberikan lantaran gelar yang diberikan oleh Kesultanan Rum pada Saridin saat berhasil menyelamatkan Kesultanan Rum dari tangan Johan Sprei. Saat itulah, nama Saridin lenyap dan hanya terdengar nama Syekh Jangkung.

2. Lokasi Makam Syekh Jangkung

Makam Syekh Saridin berada di bawah pengelolaan Yayasan Syekh Jangkung, tepatnya di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Dalam akta notaris Nomor 23 tahun 1995, Makam Syekh Jangkung didaulat sebagai maqbaroh umum umat Muslim.

Bangunan yang terdapat di kompleks makam Syekh Jangkung antara lain gapura, pendopo, cungkup dan mushola. Gapuranya sendiri terdiri dari dua bangunan. Yang pertama menghubungkan kedua sisi bangunan pembatas. Sedangkan, gapura kedua berbentuk candi yang di kanan dan kirinya terdapat tembok pembatas.

Apa Saja Wisata Religi di Pati?

9 Wisata Religi di Kabupaten Pati

Pendopo Makam Syekh Jangkung mempunyai bentuk atap joglo yang menunjukkan pada satu pusat vertikal menuju pada satu titik Yang Maha Esa. Sedangkan cungkupnya berbentuk rumah joglo yang puncak atapnya ditutup dengan bunga lotus.

Makam Syekh Jangkung, Pati. (Sumber Gambar: Pemkab Pati/Lingkarjateng.id)

Bentuk ritual saat ziarah di Makam Syekh Jangkung diawali dengan penaburan bunga dan pembakaran kemenyan oleh petugas makam dan diakhiri dengan minum “Tirto Usodo” oleh peziarah.

3. Syiar Islam

Dulunya, Saridin berguru pada Sunan Kudus. Saat kecil, ia dikenal sudah memiliki kemampuan agama yang bagus. Selain itu, ia kerap menunjukkan keilmuan dan kemampuannya di depan sang guru dan para santri.

Sunan Kudus kewalahan karena sepak terbang Saridin dan akhirnya diusir dengan cara halus dari wilayah Kudus. Kemudian, Saridin mengembara ke berbagai daerah, dari Pati, Palembang, Cirebon hingga ke wilayah lain.

Wisata Religi Pati, Ziarah ke Makam Sunan Prawoto Raja Kesultanan Demak

Saat pertemuannya dengan Sultan Agung Retno Jinoli, Syekh Jangkung banyak diceritakan kisahnya dalam legenda Sultan Agung Tani. Dalam cerita itu, mereka menumpas kejahatan dan menyebarkan agama Islam.

Selain berguru pada Sunan Kudus, Syekh Jangkung juga berguru dengan Sunan Kalijaga. Saat menyebarkan agama Islam di Desa Miyono, Syekh Jangkung pernah dituduh membunuh Branjung, lelaki kaya raya di Desa Miyono.

Makam Syekh Jangkung, Pati. (Sumber Gambar: Pemkab Pati/Lingkarjateng.id)

Syekh Jangkung pun membantah tuduhan itu. Ia bercerita, semalam sebelumnya memang terjadi pembunuhan di kebun milik Branjung. Saat itu, Syekh Jangkung dan Branjung menjaga pohon durian dan terbesit niat licik Branjung menakuti Syekh Jangkung. Kemudian, Branjung menyamar sebagai macan, karena mengira itu macan sungguhan, Syekh Jangkung mengambil bambu runcing dan menusuk perut Branjung hingga tewas.

Dari tindakannya itu, Syekh jangkung dihukum mati di hutan Pati. Namun, Syekh Jangkung melarikan diri dan pergi ke Kudus.

Demikianlah rangkuman mengenai ulama Syekh Jangkung. Semoga informasi ini membantu Anda. (Lingkar Network | Jazilatul Khofshoh – Lingkarjateng.id)

Sumber Referensi:

Mulyani, Hayuntri & Herimanto, S. B. (2013). Studi tentang Kompleks Makam Syekh Jangkung di Dukuh Landoh Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Jurnal Candi. 5(1): 1-13.

Pemerintah Kabupaten Pati. Makam Syeh Jangkung-Data Pariwisata. Diakses pada 9 Juni 2022, dari https://smartcity.patikab.go.id/index.php/data/detail/pariwisata/39?filter%5Bpariwisata_nama%5D=syekh+jangkung#