Jarang Diketahui, Ini Fakta Kelam Sejarah Lomba Panjat Pinang

Jarang Diketahui, Ini Fakta Kelam Sejarah Lomba Panjat Pinang

BERHASIL: Salah satu peserta lomba panjat pinak yang berhasil mencapai puncak. (Instagram @markasmoto/Lingkarjateng.id)

Lingkarjateng.id – Salah satu lomba yang kerap digelar saat perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia adalah lomba panjat pinang. Lomba ini juga sangat dinantikan oleh berbagai kalangan.

Panjat pinang sendiri merupakan lomba yang dilakukan dengan memanjat pohon pinang yang sudah dikuliti dan diberi cairan pelican atau semacam oli.

Tim panjat pinang mengatur strategi dengan kompak untuk mencapai puncak, dan saling menopang satu sama lain untuk mendapatkan hadiah yang tergantung di puncak pohon pinang.

Namun, dibalik keseruan lomba panjat pinang ternyata ada beberapa fakta kelam sejarah lomba panjat pinang. Simak fakta-faktanya berikut ini:

Sumber: Instagram @victor_ulunk

1. Simbol Penindasan

Pada zaman Belanda, peserta lomba panjat pinang adalah masyarakat Indonesia, sedangkan orang-orang Belanda sebagai penonton yang menganggap lomba panjat pinang sebagai pertunjukan yang menarik.

Padahal, saat itu masyarakat Indonesia berusaha dengan susah payah saling injak-menginjak temannya untuk mendapatkan hadiah berupa bahan pokok yang zaman dulu bernilai mahal. Di mana hal ini menggambarkan bahwa saat itu masyarakat Indonesia serba kekurangan.

Sementara, orang-orang Belanda tertawa melihat masyarakat Indonesia yang melakukan panjat pinang, jatuh bangun, dan terinjak-injak serta berada dalam kesulitan.

2. Perayaan Ulang Tahun Ratu Belanda

Ada yang mengatakan bahwa lomba panjat pinang merupakan salah satu acara andalan yang digelar untuk merayakan ulang tahun Ratu Belanda pada zaman dulu yaitu Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau yang dirayakan setiap tanggal 31 Agustus.

Namun, ada acara lainnya yang juga digelar yaitu festival, pertunjukan wayang, carnival, dan juga pasar kaget.

3. Sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda

Pada zaman penjajahan Belanda, lomba panjat pinang dulunya dikenal sebagai de Klimmast yang memiliki arti memanjat tiang.

Zaman dulu masyarakat Belanda mengadakan lomba panjat pinang saat mereka memiliki acara penting seperti pernikahan, hajatan, pesta ulang tahu, dan kenaikan jabatan. Pada masa itu hadiah yang diperebutkan berupa beras, roti, gula, tepung, dan pakaian.

Meskipun terdapat sisi pilu di dalam sejarah lomba panjat pinang, namun ada juga hal positif yang dapat diambil. Lomba panjat pinang menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih Kemerdekaan.

Para pejuang kemerdekaan Indonesia berusaha sekuat tenaga mencapai puncak kemerdekaan meskipun harus jatuh berkali-kali, terinjak, dan bahkan membahayakan diri sendiri serta tetap gigih mencapai puncak kemerdekaan.

Lomba panjat pinang juga melatih kerjasama, kekompakan, dan rasa juang yang tinggi. Sehingga tak heran perlombaan ini menjadi perlombaan yang paling seru dalam memperingati Kemerdekaan Indonesia. (Lingkar Network | Shinta – Lingkarjateng.id)

Exit mobile version