10 Wisata Religi Kendal yang Wajib Anda Kunjungi

POTRET: Makam KH. Asy’ari (Kiai Guru) di Bukit Jabal Nur Kaliwungu, Kabupaten Kendal. (Dok. Pemkab kendal/Lingkarjateng.id)

POTRET: Makam KH. Asy’ari (Kiai Guru) di Bukit Jabal Nur Kaliwungu, Kabupaten Kendal. (Dok. Pemkab kendal/Lingkarjateng.id)

Lingkarjateng.id – Jika Anda berkunjung ke Kendal, rasanya tak afdal jika belum berkunjung ke wisata religinya. Dengan berziarah ke makam leluhur atau makam para wali, Anda sekaligus melestarikan tradisi. Selain untuk mendoakan orang yang diziarahi, berziarah atau berkunjung ke makam juga dapat mengenang dari sosok yang menjadi teladan dari yang dimakamkan.

Berikut Lingkarjateng.id rangkum untuk Anda, 5 wisata religi Kendal yang wajib masuk list Anda.

1. Bukit Jabal Nur Kaliwungu

Makam KH. Asy’ari (Kiai Guru) di Bukit Jabal Nur Kaliwungu, Kabupaten Kendal. (Dok. Pemkab Kendal/Lingkarjateng.id)

Bukit Jabal Nur terletak di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Bukit Jabal Nur menjadi tempat peristirahatan ulama-ulama Kaliwungu yang tersohor akan kewaliannya.

Makam di Bukit Jabal Nur terbagi menjadi 3 bagian. Untuk sampai ke makam-makam itu, Anda bisa berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor dengan jarak sekira 200 meter.

Di ujung atas ada Makam KH. Asy’ari atauKiai Guru yang wafat pada tahun 1697. Di dalam bangunan itu pula terdapat makam-makam ulama seperti Makam Syekh Bakhur Syatha atau cucu dari Syekh Abu Bakar Syatha, Makam Pangeran Mandurorejo dan Makam Pangeran Puger.

Kemudian di bagian bawah, terdapat Makam Kanjeng Sinuwun Sunan Katong. Sementara di ujung bawah atau bagian yang ketiga adalah Makam Wali Musyaffa, KH. Ahmad Rukyat, KH. Abu Khoer dan KH. Mustofa.

5 Objek Wisata Religi di Kudus, Ini Rekomendasinya

2. Makam Mbah Gembyang

Makam Mbah Gembyang. (Dok. Pemprov Jateng/Lingkarjateng.id)

Makam Mbah Gembyang berlokasi di pusat Kota Kendal, tepatnya di Kelurahan Patukangan, Kabupaten Kendal.

Sosok pendakwah satu ini memiliki banyak nama. Di Arab dikenal dengan nama Hamzah, di Tiongkok dikenal dengan Han Byang, sedangkan di Jawa dipanggil Gembyang.

Selain itu, Mbah Gembyang juga memiliki nama lain yakni, Mbah Satari, Mbah Ashari dan Abdul Rohman. Mbah Gembyang menyebarkan agama Islam pada masa perjuangan Adipati Kendal Bahurekso.

3. Makam Sunan Bromo Boja

Makam Sunan Bromo Boja terletak di di Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Sunan Bromo sendiri dikenal sebagai sosok penyebar agama Islam asal Cirebon yang mendapat tugas Wali Songo untuk mengislamkan daerah Banyubiru dan sekitarnya.

4. Makam Pangeran Benowo

Makam Pangeran Benowo atau Sunan Abinawa berada di kompleks makam Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal. Pangeran Benowo merupakan putra mahkota dari Raja Pajang, Sultan Hadiwijaya atau yang dikenal dengan nama Joko Tingkir.

Pangeran Benowo sempat ke Sedayu, Jawa Timur kemudian menuju ke arah barat dan sampai di Hutan Kukulan Kendal bersama para pengiringnya. Beliau, akhirnya mendirikan Masjid Jami Sunan Abinawa yang kini menjadi salah satu masjid tertua di Kendal.

5 Rekomendasi Objek Wisata Religi di Demak

5. Makam Tumenggung Rajekwesi (Ki Gede Kemangi)

Makam Tumenggung Rajekwesi. (Dok. Pemkab Kendal/Lingkarjateng.id)

Tumenggung Rajekwesi merupakan seorang Tumenggung dari Kerajaan Mataram yang turut andil membantu Tumenggung Bahurekso (Bupati Kendal yang pertama) saat melakukan penyerangan pada penjelajah Belanda.

Ditunjuknya Rajekwesi oleh Tumenggung Bahurekso tak serta merta tanpa alasan, namun Beliau paham betul kemampuan Rajekwesi dalam ilmu kebatinan dan kanuragan (ilmu bela diri secara supranatural).

6. Makam Kyai Mandurorejo

Makam Kyai Mandurorejo (Dok. Facebook @Pekalongan INFO/Lingkarjateng.id)

Kyai Mandurorejo merupakan Bupati Pekalongan I tahun 1622-1627 yang dimakamkan di Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Beliau dikenal sebagai kanjeng Pangeran Adipati yang namanya tersohor memimpin Pekalongan pada masa itu.

Biasanya, makam ini ramai saat menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pekalongan. Para pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bakal berziarah dan mendoakan sesepuh Pekalongan. Bahkan, nama Mandurorejo diabadikan menjadi jalan di daerah Alun-Alun Kajen untuk mengenang jasa Kyai Mandurorejo.

7. Masjid Agung Kendal

Masjid Agung Kendal merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Demak di Jawa Tengah pada abad ke-15. Masjid tertua di Kabupaten Kendal ini dibangun oleh Raden Suweyo atau yang biasa dikenal dengan Wali Joko.

Wali Joko sendiri merupakan santri Sunan Kalijaga yang ditugasi menyebarkan agama Islam di Kendal dan sekitarnya, hingga kemudian terkenal dengan laqab (gelar, red) Syeikh Rafi’udin. Pemberian laqab ini bertujuan agar Wali Joko sadar untuk selalu berpegang ilmu syariat dan marifat.

Masjid ini dibangun pada 1493 Masehi atau 1210 Hijriyah dengan bangunan pertama berukuran 27×27 meter persegi dengan 16 saka dan atap bersusun tiga dari sirap. Sementara di bagian lantai untuk tempat berwudhu, mendapatkan aliran air dari Sungai Kendal yang dibuat sendiri oleh Wali Joko saat menggoreskan tongkat dari Kedung Pengilon di Desa Magangan.

Di masjid ini pula, Wali Joko dimakamkan. Selain Makam Wali Joko yang berada di sebelah selatan, di bagian belakang masjid juga terdapat dua makam ulama yakni, Kiai Abu Sujak (penghulu masjid di era 1800-an) dan Makam Wali Hadi (khotib masjid yang meninggal pada tahun 1930).

8. Makam Pangeran Juminah

Makam Pangeran Juminah (Dok. Gmaps @Nufahn/Lingkarjateng.id)

Pangeran Juminah merupakan ahli tasawuf dan thoriqoh. Beliau masih keturunan Mataram dari Ki Ageng Lempuyang. Kedatangannya ke Desa Protomulyo, Kaliwungu, Kendal untuk menyebarkan agama Islam dengan bekal tasawuf dan thoriqohnya.

Saat itu, Desa Protomulyo masih berupa hutan. Beliau membuka hutan menjadi pemukiman dengan dibantu sahabatnya, Pangeran Purboyo, Adipati Sumenep dan Adipati Madiun. Penyebaran agama Islamnya pun dimulai dengan mendirikan padepokan-padepokan untuk menempa agama Islam sekaligus melanjutkan perjuangan Sunan Katong dan Kiai Guru.

Harapan besarnya terhadap keturunannya supaya menjadi pemimpin Bupati Kaliwungu. Harapannya ini terwujud setelah cucunya, Raden Tanoyo menjadi Bupati Kaliwungu pertama dengan gelar Ronggo Hadi Menggolo I.

9. Makam Sunan Abinawa

Makam Sunan Abinawa (Dok. Gmaps @Putri Isnayni Dewi/Lingkarjateng.id)

Sunan Abinawa memiliki nama asli Sayyid Abdul Khalim bin Abdul Rahman. Beliau merupakan salah satu putra dari Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya), raja pertama Kerajaan Pajang.

Sunan Abinawa menyebarkan agama Islam di Pekuncen Pegandon. Saat itu, beliau mendirikan bangunan masjid yang kini bernama Masjid Jami’ Sunan Abinawa. Masjid ini mempunyai 4 pilar utama dan masih berdiri kokoh di bangunan utama masjid.

Kini, pilar tersebut dilapisi kayu dan yang terlihat sekarang merupakan pelapisnya. Tak hanya pilar, ada mimbar dari kayu jati peninggalan Sunan Abinawa yang kondisinya masih bagus. Sementara di luar bangunan masjid utama terdapat bedug yang masih digunakan sampai sekarang.

10. Makam Pangeran Sambong

Makam Pangeran Sambong terletak di Sambongsari Weleri Kendal. Beliau dikenal dengan sebutan Tumenggung Prawiro Setya, salah satu petinggi Mataram yang mengikuti pertemuan di paseban kemangi dalam rangka menyerang tentara VOC di Batavia.

Demikainlah 10 rekomendasi wisata religi Kendal. Pastikan Anda mengunjunginya, ya? (Lingkar Network | Jazilatul Khofshoh – Lingkarjateng.id)

Sumber Referensi:

NU Online. (2018). Menyusuri Bukit Jabal Nur Kaliwungu, Ziarahi Makam Ulama. Diakses pada 20 Juni 2022, dari https://nu.or.id/fragmen/menyusuri-bukit-jabal-nur-kaliwungu-ziarahi-makam-ulama-wuLEC

Pemkab Kendal. (2020). Wisata Religi Kaliwungu Bukit Jabal Makam Kiai Guru. Diakses pada 20 Juni 2022, dari https://www.kendalkab.go.id/berita/id/20201024001/wisata_religi_kaliwungu_bukit_jabal_makam_kiai_guru