4 Langkah Pertolongan Pertama Kurangi Efek Gas Air Mata

MENEMBAK: Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

MENEMBAK: Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam. (Istimewa/Lingkarjateng.id)

Lingkarjateng.id –  Gas air mata merupakan bahan kimia yang berbahaya, tidak hanya dapat menimbulkan iritasi pada kulit tetapi juga bisa mengganggu saluran pernapasan. Biasanya, gas air mata digunakan aparat kepolisian untuk menghalau kerusuhan.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah S.Kep., Ns., M.Kep menjelaskan bahwa gas air mata mengandung tiga kumpulan bahan kimia. Salah satu yang sering digunakan adalah chloroacetophenone yang disingkat dengan CN dan chlorobenzylidenemalononitrile atau yang disingkat CS. Senyawa CS biasanya diformulasikan engan beberapa bahan kimia, terutama pelarut metil isobutil keton (MIBK).

Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi mata, pernapasan, dan kulit. Senyawa CS ini berhubungan dengan reseptor syaraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri, ketika gas air mata terpapar di kulit terutama pada bagian wajah dan mata akan menimbulkan rasa perih dan pedih. Selain itu, gejala lain yang bisa ditimbulkan ketika terpapar gas air mata adalah batuk, mual dan muntah.

Meski demikian, masyarakat tetap dapat melakukan pertolongan pertama ketika terkena gas air mata. Berikut langkah penanganannya:

Siram dengan air mengalir

Langkah pertama untuk mencegah paparan gas air mata menjadi lebih parah adalah dengan menyiram bagian tubuh yang terkena gas air mata menggunakan air bersih yang mengalir. Air akan menurunkan senyawa CS dalam formulasi gas air mata.

Untuk mendekontamisani paparan gas pada mata, biasanya direkomendakian untuk membilas mata dengan air atau saline (larutan garam) selama 15-20 menit.

Sementara penanganan paparan gas air mata pada kulit perlu didekontaminasi secara menyeluruh menggunakan air mengalir dan sabun untuk menenangkan sensasi terbakar.

Tutup hidung, mata, dan mulut

Saat berada di area yang terpapar gas air mata, segara tutup dengan rapat anggota tubuh seperti hidung, mata dan mulut menggunakan masker atau kain untuk meminimalisir terhirupnya gas air mata.

Ganti pakaian

Segera ganti pakaian yang sudah terkontaminasi gas air mata dan jangan sampai menyentuj anggota tubuh. Hal ini untuk menghindari paparan gas air mata yang lebih parah.

Cari pertolongan medis

Segeralah menjauh ketika berada di area yang terdapat gas air mata untuk menghindari kontaminasi lebih parah. Biasanya, pada gejala gangguan pernapasan ringan bisa segera teratasi jika menjauh dari sumber area yang terpapar gas air mata dan mencari ke tempat dengan udara yang lebih segar.

Kemudian cari pertolongan tenaga medis jika efek akibat gas air mata masih terasa hingga 20 menit setelahnya atau ketika mengalami sesak napas. (Lingkar Network | Lingkarjateng.id)